Ibu Menyusui Puasa Saat Ramadhan? Kenapa Tidak, Ikuti Saran Berikut Ini

0
Ibu Menyusui Menjalankan Puasa
Ibu Menyusui Menjalankan Puasa

Junkalo.com, Para ibu menyusui pastilah ingin memberikan bayinya ASI eksklusif sampai dengan 6 bulan sampai si bayi bisa makan-makanan pendamping ASI. Namun di samping itu sebagai umat muslim kita juga di haruskan menjalankan ibadah saat Ramadhan yaitu puasa.

Banyak ibu menyusui yang bertanya-tanya apakah boleh menyusui saat puasa karena Asupan makanan akan berkurang karena menjalankan ibadah puasa. Banyak juga ibu menyusui yang takut jika berpuasa produksi ASI akan menurun.

Sebenarnya jika terjadi penurunan berat badan pada saat berpuasa, kondisi ini hanya akan berpengaruh pada si ibu kandungan lemak dalam ASI bukan jumlah ASI yang akan berkurang.

Jika memang kamu menginginkan berpuasa saat sedang menyusui kamu bisa mencobanya dengan beberapa saran seperti berikut.

Bolehkah Ibu Menyusui Puasa?
Ibu Menyusui Puasa

Saat ibu menyusui puasa memang di sarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk mengecek kondisi sang ibu apakah sanggup atau tidak. Karena banyak ibu menyusui yang kesulitan memperoleh ASI saat sedang tidak puasa pun.

Perhatikan Asupan Makanan Saat Sahur

Saat sebelum menjalankan ibadah puasa dari sahur sampai dengan adzan magrib berkumandang. Pada umumnya umat muslim akan menjalani sahur saat sebelum adzan subuh.

Namun tak banyak juga yang selalu melewatkan sahur dengan alasan ngantuk atau kesiangan. Untuk ibu menyusui pada saat sahur, penting bagi kamu memperhatikan apa saja yang baik untuk di konsumsi agar ASI tetap normal.

Karena makanan dan cairan yang kamu konsumsi saat sahur merupakan cadangan nutrisi dan kalori selama berpuasa. Saat berpuasa kamu di sarankan untuk memakan makanan seperti brokoli, katuk, bayam, ikan salmon, telur, daging tanpa lemak, dan juga kacang merah.

Kamu juga bisa mengonsumsi suplemen untuk memperlancar ASI yang baik di konsumsi saat akan menjalankan ibadah puasa. Pilihlah suplemen yang tinggi akan kandungan vitamin D yang di kenal bagus untuk ibu menyusui.

Saat akan puasa sebisa mungkin jalankan sahur jangan sampai terlewatkan untuk sahur untuk kamu ibu menyusui yang ingin tetap berpuasa.

Cegah dehidrasi

Sebenarnya puasa bagi ibu menyusui memang tidak berbahaya. Namun, dehidrasi saat menyusui bisa juga menjadi berbahaya. Jika ibu menyusui mengalami gejala dehidrasi, seperti, pusing, lemas, lelah, haus, mulut kering dan lainnya.

Disarankan segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk merehidrasi tubuh agar tidak membahayakan bagi tubuh. Oleh karena itu ibu menyusui, dianjurkan untuk mengonsumsi cairan secukupnya ketika sahur dan juga berbuka puasa untuk menggantikan cairan yang hilang saat berpuasa.

Ibu menyusui juga disarankan minum lebih banyak ketimbang saat tidak berpuasa ambilah beberapa gelas air mineral pada saat sahur, meski nutrisi dan kalori juga tidak kalah penting.

Persiapan saat menjalani puasa

Sebagai ibu menyusui, kamu pasti tetap menjalankan rutinitas biasa seperti di rumah dan mungkin bekerja di kantor. Usahakan untuk tidak melakukan tugas berat ketika sudah berbuka puasa.

Dan pastikan kamu berada di tempat teduh serta beristirahat yang cukup agar terhindar dari rasa pusing selama menjalani puasa dan menyusui. Jika diperlukan, catat makanan dan minuman yang kamu akan konsumsi selama berpuasa. Ini akan membantu mengukur nutrisi dan cairan yang kamu konsumsi.

Studi menunjukkan bahwa selama berpuasa kandungan magnesium, potasium dan zinc yang terkandung di dalam ASI dapat berkurang. Siasatilah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung ketiga nutrisi tersebut atau kamu bisa menambahkan suplemen untuk ibu menyusui agar ASI tetap lancar.

Pahami apa yang dirasakan oleh tubuh jika kamu merasa tidak enak badan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang semestinya.

Perhatikan juga olahraga

Agar tubuh tetap bugar saat puasa kamu juga disarankan untuk berolahraga ringan. Namun perlu diperhatikan hindari sebisa mungkin berolahraga di tempat yang terik atau panas guna menghindari dehidrasi dan juga pusing.

Tidaklah di haruskan melakukan olahraga yang berat karena tubuh pasti tidak akan kuat mengingat kamu sedang puasa dan juga menyusui.

Selain memerhatikan beberapa saran ibu menyusui puasa seperti di atas, perlu juga kamu ingat bahwa jika kamu benar-benar ingin menjalankan ibadah puasa, perhatikanlah cairan yang kamu konsumsi.

Karena menyusui dapat membuat kamu mengalami dehidrasi akibat dari kehilangan cairan tubuh. Ketika dehidrasi menyerang tubuh tidak hanya merasa haus tapi juga merasa cepat lelah, lapar, mengantuk, dan emosional.

Pastikan untuk minum air secukupnya dan jika perlu tambahkan cairan yang mengandung elektrolit dan ion untuk mempercepat penggantian cairan tubuh yang hilang dan juga perhatikan Asupan makanan juga kamu bisa menambahkan suplemen.

Sebelum memutuskan untuk berpuasa sambil menyusui kamu harus pertimbangkan pula apakah Si Kecil masih di bawah 6 bulan atau sedang membutuhkan ASI eksklusif. Kamu juga di haruskan konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan ikut berpuasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here