Jangan Khawatir Ini Dia Solusi Untuk Kamu Yang Punya Anak Hiperaktif

0
Cara Menghadapi Anak Hiperaktif
Anak Hiperaktif

Junkalo.com, Anak merupakan anugerah terindah yang di berikan oleh Tuhan. Tak sedikit orang tua yang menginginkan memiliki anak yang baik dan penurut. Namun banyak juga orang tua yang kewalahan memiliki anak yang hiperaktif.

Peran orang tua memang sangatlah penting untuk tumbuh kembang sang anak. Orang tua menjadi contoh mereka bersikap maka dari itu ajarkanlah anak dengan benar bagaimana menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua sedini mungkin.

Anak yang hiperaktif cenderung tidak pernah mau diam sebentar pun, maka kamu sebagai orang tua haruslah terus mengawasi anak saat sedang bermain. Banyak kejadian yang tidak diinginkan terjadi kepada orang tua yang lalai memperhatikan gerak-gerik sang anak. Kecanduan gadget merupakan faktor terbesar anak tidak di awasi dengan benar.

Sebagian anak memang merasa tidak nyaman jika di kekang oleh orang dewasa untuk bermain. Jika kamu sebagai orang tua terlalu banyak melarang, biasanya si anak akan menjadi gelisah dan justru malah lebih aktif dari biasanya.

Meskipun kita lelah memperhatikan si anak tetapi sebisa mungkin kita terus mengikuti kemauannya untuk bermain. Terus bagaimana menangani anak hiperaktif tanpa harus melarangnya?

Cara Menghadapi Anak Hiperaktif
Menghadapi Anak Hiperaktif

Membuat aturan yang pasti dan jelas

Banyak juga orang tua lebih memilih untuk ber rumah tangga yang santai tanpa aturan. Gaya pengasuhan yang santai ini tidak berpengaruh untuk anak-anak.

Tapi anak hiperaktif cenderung memiliki masalah dalam lingkungan yang aturannya tidak jelas biasanya mereka menginginkan kebebasan untuk bermain. Maka dari itu penting untuk memiliki aturan yang jelas untuk sang anak.

Edukasi dan Pelatihan

Para orang tua juga harus melakukan pembelajaran dan pelatihan yang baik dan benar pada anak yang mengalami hiperaktif. Berdasarkan banyak penelitian otak manusia akan selalu beradaptasi dan berkembang terhadap rangsangan yang diberikan sepanjang hidupnya.

Seperti yang kita ketahui salah satu ciri anak ADHD merupakan pikiran yang selalu mengembara. Jika dianalogikan anak ADHD ini sama seperti kuda liar yang belum dijinakkan.

Sehingga pelatihan edukasi yang tepat dan benar merupakan pelatihan yang melatih konsentrasi dan perhatian anak. Bertujuan agar perhatian dan konsentrasi sang anak selalu terpusat dan terkontrol.

Dengan perhatian yang selalu terpusat perilaku anak yang hiperaktif tentu saja dapat terkontrol dengan baik.

Konseling Pada Anak

Penanganan  dan cara mengatasi anak hiperaktif selanjutnya yaitu dengan cara bimbingan konseling. Bimbingan konseling ini tak hanya di sekolah saja, konseling utama harus diberikan kepada orang tua dan anggota keluarga lainnya.

Para orang tua dan keluarga harus menemukan cara yang tepat untuk menangani perilaku yang mengganggu dan bagaimana cara mengubah perilaku tersebut.

Bimbingan ini tentu saja dapat membuat anak hiperaktif lebih mudah mengembangkan potensi positif yang ia miliki maka dari itu kamu sebagai orang tua haruslah bersabar saat menghadapi anak yang hiperaktif.

Tahukah kamu bahwa ADHD memiliki peranan yang sangat besar dalam pembentukan kepribadian seseorang? Sehingga peranan orang tua atau keluarga dan guru sangat dibutuhkan.

Jika tidak ditangani dengan baik dan benar ADHD sangat erat kaitannya dengan kecelakaan lalu lintas, penyalahgunaan obat-obatan terlarang bahkan tindakan kriminal. Maka dari itu jika kamu sudah sadar bahwa anak hiperaktif sebaiknya langsung cari cara penanganan yang tepat.

Tanyakan Pada Anak

Cara berikutnya yaitu dengan cara menanyakan pada anak secara langsung. Ketika kamu melihat anak merusak mainnya atau mencoret-coret serta berbuat onar tanyakan baik-baik kepadanya apa alasan ia melakukan hal tersebut.

Katakan padanya bahwa hal tersebut tidak baik atau tidak sepantasnya untuk dilakukan. Namun mengatakan hal tersebut kamu harus dengan nada yang lembut dan terbilang santai janganlah menunjukkan ekspresi marah kepadanya.

Pastikan kamu tidak larut dalam emosi kemarahan anak dan tidak berbicara kasar dengan suara yang keras. Karena hal ini justru dapat memicu emosi pada anak dan pola pikirnya.

Kamu juga bisa membuat kesepakatan dengan anak jika ia melakukan kesalahan maka ia harus mendapatkan konsekuensinya.

Luangkan Waktu Bersama Anak dan Keluarga

Hal ini merupakan hal yang wajib harus dilakukan. Setidaknya seminggu sekali ajaklah anak dan keluarga berlibur ataupun pergi jalan-jalan atau kamu juga bisa bermain di rumah bersama. Hal ini bertujuan agar anak merasa dirinya diperhatikan dan mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan keluarga lainnya.

Libatkan Anak pada Aktivitas

Melibatkan anak pada aktivitas setelah sekolah juga sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi yang baik bagi sang anak.

Pastikan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan minat dan bakat anak agar sang anak tidak merasa terpaksa. Beberapa kegiatan yang dapat dijadikan referensi antara lain seni bela diri, les musik atau berenang.

Memang sangar repot memiliki anak hiperaktif namun sebagai orang tua kita juga jangan sampai membiarkannya begitu saja karena lelah dengan tingkah lakunya. Cobalah ikuti saran seperti di atas agar sang anak dan orang tua memiliki ikatan yang baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here